Pages

Subscribe:

Kamis, 02 Oktober 2014

My Stars in Semarang


Good friends are like a stars. You cant always see them, but you know they're always there...

I've never thought that someday i'll write this story. Describing the people who so close to me in my college's life. But life's so full of mystery, right? Even its so hard for me to write this, i'll try as best as I can to describe them. Not to say goodbye, just to describe how I'm so grateful to have all of them in my life.. Yeah they are my 'stars' who always illuminates my soul and my spirit in the middle of my misery. 

Semua berawal dengan sederhana. Kami semua sekelas di semester pertama di bangku perkuliahan. Tugas yang berat dan melelahkan dari dosen olahraga untuk ujian senamlah yang mengakrabkan kami. Saya tidak akan pernah melupakan bagaimana salah satu teman saya memplesetkan salah satu gerakan senam dengan gaya ala John Cenna (ini pasti orangnya gak ngerasa). Aktivitas dan intisitas yang rutin karena kami sekelaslah yang menyatukan kami. Ya tibalah saya di zona nyaman saya. Saya nyaman berada di dekat mereka semua.

Orang-orang tersebut ialah Masyanti Sinaga, Artha Polma Naibaho, Mega Clara Agustina Simanjuntak, dan Angela Merici Hutagaol. (Sorry te, semester 1 kita belum terlalu akrab :P ) Ya kami semua berlatarbelakang suku dan agama yang sama. Tapi bukan itu yang membuat saya bergaul akrab dengan mereka. Rasa nyamanlah yang membuat saya menyandangkan mereka dengan predikat teman terbaik saya di Semarang.

Dari sanalah kami memutuskan untuk menyeragamkan seluruh kelas kami di semester 2. Walaupun Artha tidak  sekelas dengan saya karena suatu hal dan sebab yang saya tau pasti (atau karna kau labil ta? Hahaha peace ;D) kami tetap berteman baik. Saya tetap menyendengkan Artha Polma Naibaho dengan predikat teman terbaik saya (ini serius loh ta, bkn karena mau minta kado :p)

Memasuki semester dua saya memasuki tahapan dimana saya tergila-gila dengan seorang lelaki yang mempertemukan saya dengan Ruth Pryscilla Pangaribuan (bukan Simanjuntak). Saya tidak pernah melupakan bagaimana kami ber-BBM dengan riuhnya hanya membicarakan jantan itu (yang ternyata brengsek) tanpa mengenal waktu dan tempat. Ruthe yang memang agak-agak putus tali uratnya itu membuat saya nyaman bercerita apapun tentang yang namanya lelaki dan cinta. (Hahaha asli gue gak bakal lupa te, gimana kita bbm-an, padahal satu kampus, cuman untuk mengintai 'mangsa' pake baju warna apa dan sok-sok intelek dengan nama samaran belalang 1 dan belalang 2 -______- ) Lucunya kesamaan kami menyukai satu sosok lelaki tersebut tidak pernah mengacaukan hubungan pertemanan kami. Malah kami  semakin dekat dan akrab.

Ya merekalah teman-teman akrab saya di Semarang. Kami bisa bercerita tentang apa saja. Kami bisa bersenda gurau tentang apa saja. Dan kami bisa tertawa tentang apa saja. 

Seperti orang kebanyakan mengatakan bahwa teman yang baik adalah teman yang tidak hanya ada di saat senang saja tetapi juga ada di saat susah. Saya tidak akan pernah melupakan ekspresi khawatir mereka saat saya sesak nafas di kampus ataupun ketika mendengar saya masuk rumah sakit. Atau ketika saya berada di dalam fase-fase terendah dalam hidup saya. Mereka selalu ada untuk menyemangati dan mendukung saya. 

Saya TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN seorang MASYANTI SINAGA yang menemani saya menangis ketika ayah saya pergi. Dia dengan SETIANYA menemani saya menangis ketika seorang dosen menertawakan dan membuat lelucon tentang kepergian ayah saya. Seorang MASYANTI SINAGA lah yang menemani saya berjuang mengikuti dan menemani saya untuk ujian susulan. Rasa Terimakasih yang tidak pernah saya bisa deskripsikan untuk kehadiran teman saya yang satu ini. Dia adalah seorang sosok wanita yang tegar yang selalu menginspirasi saya di antara kami berenam.

Saya TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN seorang RUTH PRYSCILLA PANGARIBUAN yang akan paling ribut mensearching keluhan-keluhan sakit saya di internet. Saya tidak akan pernah melupakan teman saya satu ini yang selalu paling ribut minta tolong kepada orang-orang untuk mengangkat saya ketika sesak nafas saya kambuh. Sosok ini yang paling sering membuat saya tertawa dengan semua tingkah laku nyablaknya di antara kami berenam. 

Saya TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN seorang MEGA CLARA AGUSTINA SIMANJUNTAK yang sedih ketika saya menangis di rumah sakit. Dia adalah seorang sahabat sekaligus edak yang dengan tulus ikut bersedih ketika saya menderita. Sosok edak dengan segala kelebihan perhatiannya mulai dari mengisi KRS saya sampai membantu saya mengerjakan tugas dan TA. Saya tidak akan pernah melupakan sosok wanita yang paling cantik diantara kami berenam ini. 

Saya TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN seorang ANGELA MERICI HUTAGAOL yang selalu setia menemani saya ketika saya harus dilarikan ke rumah sakit. Ya, dia selalu ada ketika saya terbangun di Rumah Sakit. Saya akan begitu merindukan sosok yang selalu saya ajak berdiskusi tentang apa saja dan sosok yang paling dewasa di antara kami berenam.

Saya juga TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN seorang ARTHA POLMA NAIBAHO yang selalu sabar menghadapi bully-an kami semua. Sosok yang paling childish tapi yang akan saya rindukan dengan semua nasihat-nasihatnya dan terkadang kedewasaannya dalam menghadapi suatu hal. Sosok yang terakhir ini akan tetap menyandang predikat teman terbaik saya di Semarang walau kami jarang bersama-sama. 

Kelima sosok ini yang akan saya rindukan nanti. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan rasa terimakasih yang tak terhingga kepada kelima sahabat terbaik saya di semarang. Terimakasih buat warna-warni yang telah kalian lukiskan dengan indahnya di dalam kanvas kehidupan saya di Semarang. Terimakasih telah memberi saya kesempatan untuk mengenal dan berteman dengan kalian. Terimakasih untuk canda, tawa dan tangis yang telah kita bagi selama 2 tahun kebersamaan kita.

Di kesempatan ini saya juga ingin meminta maaf kepada sosok-sosok yang luar biasa ini. Maafkan saya belum bisa menjadi sosok teman dan sahabat yang baik buat kalian semua. Dan terimakasih telah menyempurnakan semua kekurangan saya dengan kehadiran kalian semua.

I'll miss you guys. I really do. Sepertinya semua rasa sakit, penderitaan, dan pengorbanan yang aku rasakan selama 3 minggu terakhir ini belum bisa membuat aku kuat secara fisik. Aku pasti bakal kangen kita jalan-jalan, kumpul bareng, cerita-cerita dan hal-hal yang selalu kita lakukan bareng. Tapi memang sepertinya aku harus istirahat total supaya ke depannya lebih kuat lagi. Lagian aku juga nggak mau kuliah kalian berantakan gara-gara sering nganter aku ke rumah sakit dan bolos kuliah. Makasih ya udah jadi teman terbaikku, selalu menolong ketika GAK ADA yang peduli ketika aku sesak nafas di kampus. Makasih nggak pernah malu berteman samaku, sosok yang mungkin paling merepotkan di kampus. Terimakasih karena selalu ada dan ada. 

Buat yanti : makasih ya yan selalu jadi teman curhatku yang paling TOP. Semangat ya kuliahnya. Jangan lupa nazarmu yan, rajin kau sate. Sama kurangin ya yan tiba-tiba suka diam.  Hahaha kasian si ruthe. Gonna miss u mak {}

Buat ruthe : hei partner in crime gue yang paling solid! Move on gih! Cowok kayak gitu mah banyak di pasar Johar. Hahaha Nyablak lo agak dikurangin yaa, belajar kalem dikit! Katanya mau jadi mantu orang jawa. Hahaha semangat trus ya kuliahnya dear {}

Buat mega : edak sorry yaaa kutinggalkan kau sendiri di kelas jaminan, hatunjut, apalagi kriminologi. Hahahaha sorry ya dak kalo edakmu yang satu ini suka barbar. Hehehe semangat trus kuliahnya, apalagi kriminolog! Hahaha fighting dak! {}

Buat angel : kurangilah sok cool mu itu njel. Hahaha jangan kangen ya samaku gak ada lagi kan teman diskusimu. Hehehe Semangat lah ya kuliahnya, biar cepet jadi dosen :P {}

Buat artha : kau jangan suka sok mandiri ya ta. Jangan sombong2! Hahaha peacee :p jangan berantem trus sama ruthe ya taaa. Nonton koreanya agak dikurangin yaaa biar IPnya gak turun lagi. Hahaha peace taa... Semangat trus ya kuliahnyaa! {} 

Well thank u for everything guys.. See ya soon [{}]


Jumat, 14 Februari 2014

There is no "good" in "good"bye



14-01-2014. Sebagian besar orang yang mengganggap tanggal itu cantik, mungkin akan melakukan sesuatu agar tanggal itu berkesan istimewa di dalam hidup mereka. Ada yang menembak gebetan yang sudah lama diincar pada tanggal itu, ada juga yang menjadikan tanggal  itu sebagai hari untuk mengikrarkan janji sehidup-semati, ataupun menjadikan  tanggal itu sebagai hari kelahiran buah hati mereka melalui proses persalinan caesar. Saya memang tidak akan pernah melupakan tanggal 14-01-2014 seumur hidup saya. Bukan karena saya jadian atau menikah di tanggal itu. Bukan juga karena saya mempunyai kerabat yang melahirkan pada hari itu. Saya tidak akan pernah melupakan hari itu seumur hidup saya, karena hari itulah saya menumpahkan air mata terbanyak di dalam hidup saya.
                Seperti mahasiswa pada umumnya, memasuki masa ujian saya akan mulai sibuk merapikan catatan atau membuat kisi-kisi yang telah diberikan oleh segelintir dosen yang berbaik hati. Hari itu, tanggal 14 Januari 2014, merupakan tanggal merah dalam kalender nasional sehingga saya menghabiskan waktu untuk menjawab kisi-kisi yang telah diberikan dosen hukum otonomi daerah saya yang memang berhati baik. Saya tidak akan lupa saya sedang mengerjakan soal no 4 ketika ibu saya menelpon untuk memberitahukan hal yang paling tidak ingin saya dengar di dalam hidup saya.
                Natal tahun lalu saya meminta kepada Santa Klaus agar memberitahukan harapan saya kepada Tuhan Yesus. Sebuah harapan sederhana dan tidak berbau materi. Tapi entah memang Santa Klaus tidak pernah ada, atau Santa Klaus yang bekerja pada natal tahun lalu sudah mulai pikun, tetapi  harapan saya tidak pernah tersampaikan kepada Tuhan Yesus.
                Pada waktu saya kecil, saya suka sekali menyelinap keluar dari kamar tidur orangtua saya menuju kamar pembantu. Jika saya ketahuan menyelinap keluar oleh ibu saya, ibu akan memarahi saya habis-habisan karena lebih memilih tidur dengan pembantu ketimbang orangtua sendiri. Biasanya kalau sudah dimarahi ibu, saya akan bersifat kekanak-kanakan dengan menutupi seluruh tubuh saya menggunakan selimut sambil menangis sesegukan. Ayah saya yang memang paling benci melihat saya menangis, akan menghampiri saya. Awalnya beliau akan marah tetapi mendengar tangisan saya yang makin menjadi, beliau akan mulai menyanyikan sebuah lagu berbahasa  batak yang tidak saya mengerti sama sekali. Walau suara beliau tidak terlalu merdu, lagu nina bobo versi beliau selalu sukses membuat saya terlelap setelah lelah menangis karena dimarahi ibu saya.
                Kembali ke tanggal 14-01-2014. Kenapa saya tidak akan pernah melupakan tanggal itu? Karena tanggal itu menurut orang Chinese merupakan tanggal yang kurang bagus karena diwarnai angka 4? Ataukah karena pada tanggal itu saya menang undian?
                Saya tidak akan pernah melupakan tanggal 14-01-2014 karena pada tanggal itu sayalah yang me-nina-bobo-kan seseorang yang biasanya me-nina-bobo-kan saya ketika saya masih kecil. Tidak untuk lagu penghantar tidur di malam hari, tetapi untuk menghantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya.


Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?

I must be strong
And carry on,
‘Cause I know I don’t belong
Here in heaven.

Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?

I’ll find my way
Through night and day,
‘Cause I know I just can’t stay
Here in heaven.

(Erick Clapton – Tears in Heaven)