Pages

Subscribe:

Senin, 20 Desember 2010

CHRISTMAS DON'T BE LATE


            Ketika seseorang, dihadapkan dengan kematian, mereka akan lari dari kenyataan itu. Walau kematian itu tidak ragu-ragu merenggut nyawamu. Kematian akan selalu mengikuti jejak langkahmu, dan membayangimu ketika kau berjalan. Lari dan lari, hanya itulah yang bisa kau lakukan.
            Sama seperti halnya denganku. Kanker payudara yang menggerogotiku, seperti sang malaikat maut yang mau merenggutku dari dunia ini. Dia terus menjalar di tubuhku, seakan mempersembahkanku kepada sang kematian. Aku ingin menjerit, aku ingin bersembunyi, dan aku ingin lari. Umurku belum genap 17 tahun, tapi aku harus bertarung dengan sang kematian.
            Sejak setahun yang lalu, ketika aku divonis dokter menderita kanker payudara stadium akhir, aku memang melewati hari-hariku di rumah sakit di luar negeri ini. Kedua orang tuaku masih berada di Indonesia, membanting tulang mencari uang untuk membiayai pengobatanku yang mahal di sini, untuk mendapatkan perawatan yang terbaik. Mungkin juga , mereka tidak tega atau bahkan jijik dengan kondisiku. Gadis yang bahkan belum berumur 17 tahun , yang botak, kurus, dan pucat.
            Tentu saja di sini aku tidak sendirian. Kebetulan, kakak angkatku bekerja di sini sebagai perawat. Dia jugalah yang menemaniku melewati hari-hari suramku di rumah sakit. Entahlah, ketika bersamanya membuatku lupa, kalau aku sedang dicari-cari malaikat maut.
            Namanya Noel. Dia adalah kakak angkatku. Aku memang anak tunggal, tapi karena waktu aku kecil aku sangat manja sekali, akhirnya kedua orangtuaku mengadopsi anak lelaki yang beda 7 tahun dariku, dengan maksud agar aku tidak manja lagi. Tentu saja, keputusan kedua orangtuaku salah, karena mengangkat Noel membuatku lebih manja lagi, terlebih kepada kakakku yang satu itu. Waktu dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di akademi perawatan di luar negeri saja, aku sampai mogok makan selama satu minggu. Aku memang sayang kakakku yang satu itu.
            Sekarang sudah memasuki bulan Desember. Bulan yang seharusnya Noel dan aku yang paling sukai, karena kami berulang tahun di bulan ini. Tanggal yang sama dan jam yang sama. Kami berulang tahun tepat jam 12.00 di hari natal. Tapi entah mengapa, tahun ini aku melewati natal dengan suram. Ah, tentu saja karena malaikat hitam yang selalu mengikuti dan mencariku.
            Panggilan lembut Noel, membuyarkan lamunanku.
            "Lia, kok makanannya belum dimakan sih? Nunggu aku yang suapi ya?" kata Noel dengan senyumannya yang khas dan tatapan matanya yang teduh
            "Ge-er!" aku pun ikut tersenyum
            "Hahaha, ayo dimakan. Bentar lagi kan jadwalnya kemo," ujar Noel masih dengan tatapan matanya yang teduh.
            Senyumku pun pudar.
            "Aku gak mau!"
            "Lho kok gak mau sih li? Aku udah siapin kursi rodanya lho! Sengaja aku siapin buat adikku yang cantik ini," ujar Noel sambil menggoda dan membujukku.
            "POKOKNYA AKU GAK MAU, YA GAK MAU!" teriakku histeris.
            Noel menatapku dengan sedih. Karena aku tak tahan dengan tatapan itu, akhirnya aku punmau kemotrapi.
            Malam ini aku tidak bisa tidur. Sama seperti malam-malam sebelumnya. Tepatnya aku tidak mau tidur. Entahlah, mungkin aku takut ketika aku tertidur, aku tak kan terbangun lagi. Ketakutan yang selalu membuatku teringat akan sosok malaikat kegelapan, yang selalu menghantuiku ketika aku tertidur sebentar. Pokoknya aku tidak mau tidur.
            Noel berada di samping tempat tidurku, terlelap dengan buku dongeng menutupi kepalanya. Hampir satu tahun ini dia selalu membacakan dongeng sebelum tidur, dengan harapan aku bisa tertidur. Harapan yang sia-sia karena dia yang selalu tertidur duluan.
            Ketika aku sedang menatap langit-langit, tiba-tiba, dari kejauhan aku mendengar suara-suara aneh. Kupertajam telingaku, perlahan aku mengenal suara tersebut adalah sebuah lagu.Ternyata lagu Please, christmas don't be late yang merupakan soundtrack film Alvin and the chipmunk. Film yang paling aku dan Noel sukai waktu kecil

Christmas, Christmas time is near,
Time for toys and time for cheer.
We've been good, but we can't last,
Hurry Christmas, Hurry fast.
Want a plane that loops the loop,
(Alvin:) Me, I want a Hula-Hoop.
We can hardly stand the wait,
Please Christmas don't be late..
Want a plane that loops the loop,
(Alvin:)I still want a Hula-Hoop.
We can hardly stand the wait,
Please Christmas don't be late..
            Akupun berbisik lirih di tengah kegelapan ,"Please christmas, don't be late!" 

***

            Aku tahu aku sudah berada di persimpangan antara hidup dan kematian. Tetapi aku salah. Selama ini aku membayangkan aku akan dijemput oleh malaikat pencabut nyawa yang tidak berwajah.Tetapi aku hanya berjalan sendiri, berjalan menuju sumber terang.

            Noel tahu aku akan pergi. Dia meminta ijin ke dokter, agar ia boleh masuk ke ruang ICU untuk menemaniku. Aku terbangun sebentar untuk memberikan secarik kertas kepadanya. Ia menyambut tatapan mataku dengan tatapan matanya yang teduh , lalu ia mengangguk. Seperti memberiku ijin aku untuk pergi. Lalu aku menghembuskan nafas terakhirku.

***

Ketika ku tertidur, Bapa menjaga dan menemaniku....
Ketika ku terbangun, Bapa menyapaku dan menghadapkan wajahnya yang cerah kepadaku...
Ketika ku berjalan di lorong yang gelap, Bapa mengikutiku....
Ketika ku sakit, Bapa tersenyum dan menghiburku......
Ketika ku tak tahan lagi dengan semua rasa sakit itu, Bapa menjemputku dan mengantarkanku ke kehidupan yang kekal.....



2 komentar:

Ms. Garfield mengatakan...

aku la prna baco ni di facebook, kw perna sharee nii d note,,wkwk
ceritoo sedii lagi,,skali2 horror kek,,wkwk
ato misteri yg detektif2an ck tuu
hahaha

kalo cerpen sedi males nn baconyooo,,hahah
=)

Devi Anita Aritonang mengatakan...

aku tu spesialisasi kesedihan!wkwkkw
gek la aku bikin tentang kau
si kunyuk bucrut
wkkwkwk