Ada seorang gadis buta. Dia
merupakan anak dari hasil perkawinan sedarah. Karena tidak mau menanggung malu,
kedua orangtuanya membuangnya. Dia pun harus menanggung dosa yang diperbuat kedua
orang tuanya. Dia sendiri tapi tetap tegar dan tidak pernah mengeluh ataupun
menyalahkan Tuhan atas nasibnya.
Suatu hari ketika gadis tersebut
sedang memainkan harmonika di kolong jembatan untuk memelas belas kasihan dari
orang-orang, dia bertemu dengan seorang lelaki kaya. Lelaki kaya tersebut
tidak sengaja lewat di bawah jembatan tempat si gadis buta bernaung.
Ketika melihat si gadis buta , si
lelaki tersebut iseng dan mengambil makanan si gadis buta yang ditaruh si gadis
buta di sampingnya.
Tetapi walaupun buta , si gadis buta
mengetahui makanannya diambil. Dia pun tersenyum lalu berkata, "Kenapa
kau mengambil yang bukan hakmu?!?"
Si lelaki terkejut melihat si gadis
mengetahui makanannya diambil dan lelaki itu berkata dengan nada menuduh,
"Kau cuman pura-pura buta agar dapat uang ya kan? Sudah kuduga! Orang miskin ternyata sama saja, bisanya cuman menipu!”
Mendengar makian si pemuda kaya yang
sombong itu, si gadis buta tersebut hanya tersenyum tipis lalu menjawab "Mata
saya memang buta tetapi HATI saya TiDAK PERNAH BUTA ,
karena TUHAN selalu membisikkan kata-kata yang indah untuk
mendeskripsikan dunia yang tak pernah saya kenal."
"Oh
ya???Sekarang Tuhan sedang membisikkan apa kepadamu???"kata si lelaki tersebut karna ia merasa si gadis buta itu
terlalu sok tahu.
"Sekarang dia berkata nafas kehidupanku sudah
kutemukan," kata si gadis buta itu sambil tersenyum tulus.
Pria itu hanya bisa membisu melihat senyum tulus gadis
itu. Karena merasa malu, lelaki kaya itu pun pergi dari tempat si gadis
buta tadi . Beberapa hari dia tidak pernah bertemu dengan si gadis buta itu, ia
rindu melihat kepolosan gadis buta yg menurutnya sok tau tapi tetap saja
menawan hatinya.
Karna kerinduannya akan senyum si
gadis buta tersebut, akhirnya si lelaki kaya tadi pun kembali ke tempat si
gadis buta, di bawah jembatan. Tetapi tidak ada apa-apa di bawah jembatan
tersebut. Hanya ada secarik kertas yang berisi baris-baris kalimat yang ditulis
berantakan namun masih bisa terbaca.
Jika kau tak punya kaki , jangan takut...
karna pasti ada seseorang yang memberikan langkahnya kepadamu...
Jika kau tak punya mata , jangan takut...
karna pasti ada seseorang yg memberikan warna hidupnya untukmu...
Jika kau tak punya bibir , jangan takut...
Jika kau tak punya bibir , jangan takut...
karna pasti ada seseorang yg membisikkan kata-kata indah untuk
ketenangan batinmu....
Dan jika kau tak punya telinga , jangan takut...
Dan jika kau tak punya telinga , jangan takut...
karna pasti ada seseorang yg menunjukkan bahasa yg lebih indah
kepadamu..
Tapi takutlah jika kau tak punya hati ! Karna tanpa hati hidup kita tak berarti...
Dan jangan biarkan egois menguasai hatimu ! karna akan membuat hati kita mati...
Karna cinta tidak egois , dia akan selalu memberikan kesempatan kedua kepadamu......
Tapi takutlah jika kau tak punya hati ! Karna tanpa hati hidup kita tak berarti...
Dan jangan biarkan egois menguasai hatimu ! karna akan membuat hati kita mati...
Karna cinta tidak egois , dia akan selalu memberikan kesempatan kedua kepadamu......
Pemuda itu pun terpaku membaca pusi tersebut. Ketika ia
melihat ke arah lain, beberapa meter dari jembatan tersebut ia melihat si gadis
buta tertabrak dan bersimbah darah di jalan.
Si pemuda itu pun terkejut. Ia ingin
berlari ke tempat gadis buta tersebut tetapi langkahnya ditahan oleh angin.
"Kaulah nafas
kehidupanku"bisik seseorang perempuan. Lelaki itu pun menangis dan
kata-kata misterius perempuan itu terbawa oleh angin.



0 komentar:
Posting Komentar